Takdir Selalu Begitu

gambar diambil dari sini

Takdir selalu begitu,
menerobos masuk ke dalam lorong waktu hidup,
tanpa ucap permisi,
tanpa kompromi,
pun negosiasi.
Begitu lincah mengukir coretan dalam lembaran hidup,
tak peduli abu-abu
tak peduli merah jambu
tak peduli hitam legam
"Aku hanya titah Tuhanmu." Katanya.
Ah, Tuhan.
Lagi-lagi Dzat itulah yang membuat bibir kelu mengeluh
Lagi-lagi Dzat itulah yang membuat wajah memerah malu
Lagi-lagi Dzat itulah yang membuat batok kepala memberat takluk menunduk
"Baiklah." Kataku.
Bila ini ingin Sang Pemberi Segala
Sombong bila diri merasa, "harusnya begini, loh, Tuhan."
Siapa aku?

Comments

Popular posts from this blog

Singgah Sebentar, Hadirmu Tak Ribut Tapi Membekas

HADIAH yang membuahkan TRAUMA

Pendidikan Gak Penting?