Takdir Selalu Begitu
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Takdir selalu begitu,
menerobos masuk ke dalam lorong waktu hidup,
tanpa ucap permisi,
tanpa kompromi,
pun negosiasi.
Begitu lincah mengukir coretan dalam lembaran hidup,
tak peduli abu-abu
tak peduli merah jambu
tak peduli hitam legam
"Aku hanya titah Tuhanmu." Katanya.
Ah, Tuhan.
Lagi-lagi Dzat itulah yang membuat bibir kelu mengeluh
Lagi-lagi Dzat itulah yang membuat wajah memerah malu
Lagi-lagi Dzat itulah yang membuat batok kepala memberat takluk menunduk
"Baiklah." Kataku.
Bila ini ingin Sang Pemberi Segala
Sombong bila diri merasa, "harusnya begini, loh, Tuhan."
Siapa aku?

Comments
Post a Comment