Posts

Suara yang Tak Didengar, Luka yang Disalahkan

Aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Saat aku mencoba berbicara, aku dianggap melawan. Saat aku memilih diam, mereka bilang aku sombong. Padahal aku hanya ingin menjaga diriku sendiri dari luka yang sama berulang-ulang. Saat aku mengungkapkan rasa sakit, malah dicap berontak, kurang ajar, dan jahat. Padahal aku hanya ingin mereka tahu bahwa aku pun punya perasaan. Aku ingin didengar, bukan dihakimi. Tapi rupanya di dunia mereka, suara perempuan yang jujur dianggap keras. Sekarang aku lebih banyak menarik diri. Bukan karena aku benci, tapi karena aku lelah menjelaskan hal-hal yang tidak pernah mereka coba pahami. Aku tahu mereka mungkin merasa aku berubah. Aku tidak seceria dulu, tidak banyak bicara di depan mereka. Tapi mereka tidak tahu alasan di balik itu semua: aku sedang berusaha menyembuhkan diriku dari rasa takut dan kecewa. Aku tidak ingin hidup dengan topeng ramah sementara hatiku retak. Aku tidak ingin pura-pura tidak apa-apa hanya agar terlihat baik di mata orang lain. Kadang...

Singgah Sebentar, Hadirmu Tak Ribut Tapi Membekas

Image
Beberapa orang tidak menetap dalam hidup kita, tapi meninggalkan jejak yang tidak bisa dilupakan begitu saja. seperti aroma hujan yang masih tinggal meski langit telah kembali cerah. Terima kasih, kamu… Yang pernah membuatku merasa diperlakukan sehangat itu, tanpa banyak kata.  Kamu datang tanpa gemuruh, tanpa janji yang berlebihan, hanya membawa ketulusan dan niat baik dengan sikap yang sederhana, seolah berkata: “Aku tak ingin memaksamu, hanya ingin menjagamu.” Tapi dalam hidup, tidak semua niat baik menemukan tempat untuk tinggal.  Dan aku… bukan tempat untuk rasa itu menetap.  Bukan karena kamu tidak layak, tapi karena  “rasa” tak bisa dipaksa.  Dan akan sangat egois bila aku menerima hanya karena tak enak hati.  Maka aku melepaskanmu, dengan cara yang semoga tidak terlalu melukai.  Kini, niat baikmu telah menemukan tempat yang tepat. Dan aku percaya, dia adalah perempuan yang hatinya sebaik doamu selama ini. Terima kasih, lagi, kamu… ...

Pendidikan Gak Penting?

Nggak jarang kita dengar celetukan sinis dari orang yang melewati kerumunan keluarga pengantar wisuda mahasiswa: “Mau jadi apa sih mereka dengan gelar sarjananya?” Yang menarik, kebanyakan yang nyeletuk begitu justru adalah mereka yang nggak pernah kuliah. Padahal, kesuksesan orang berilmu itu nggak bisa diukur cuma dari jabatan atau uang. Betapa sempitnya kalau ilmu diukur dari jabatan. Betapa murahnya kalau ilmu diukur dari uang. Ilmu itu nilainya tak terhingga. Ilmu bikin kita bisa berpikir jernih, beda dengan mereka yang malas belajar dan ogah berpikir. Ilmu yang berkah akan membentuk manusia yang punya nurani, bukan yang hidup seenaknya sendiri. “Bangga banget sih jadi lulusan S1?” Ya harus bangga dong! Kuliah 4 tahun itu perjuangannya luar biasa. Dapat IPK 4,00 jauh lebih susah daripada dapat nilai 100 di sekolah. Lulus tepat waktu jauh lebih menantang daripada sekadar naik kelas. Pernah dengar istilah “mahasiswa abadi”? Mereka saksi bahwa kuliah itu nggak mudah. Ketemu dosen leb...

HADIAH yang membuahkan TRAUMA

HADIAH bikin TRAUMA? Dulu waktu mau nikah aku bilang ke teman-temanku saat kubagikan undangan " kalian kalau mau datang, datang aja, ya. Ga usah ngasih kado ataupun amplop juga gak apa-apa. "  Tapi, mereka kira aku hanya bercanda. Mereka tetap membawa hadiah saat datang. Kusyukuri Alhamdulillah terima kasih banyak. Sebelum menikah aku dapat cerita dari teman yang sudah menikah, bahwa katanya saat kita menerima hadiah pernikahan itu harus dikembalikan serupa, senilai, sebanding dengan yang kita terima saat menikah.  Aku bilang " loh, kalau nanti ternyata pas aku nikahan, dia lagi gak punya uang, masa dia harus maksain untuk bisa ngasih sama jumlahnya dengan yang pernah aku kasih? Enggak, ah, aku gak berharap begitu. "  Lalu temanku hanya ketawa, katanya sudah budayanya begitu. Saat membuka hadiah dari mereka satu persatu, meskipun bahagia, jadi ada rasa sedikit kekhawatiran. Mereka ngasih pamrih atau ikhlas, ya? Hehe.. Mudah-mudahan ikhlas, ya... Ada beberapa hadiah ...

stay with your lover

Image
Puus... Selucu itu, semanis itu, kamu masih akan selalu menemui orang-orang yang tidak menyukaimu, Bagiku dan semua pecintamu, matamu lucu, tapi tidak semua orang ingin melihat itu. Bagiku dan semua penyayangmu, wajahmu menggemaskan, tapi tidak semua orang bersedia menatap itu. Bagiku dan semua penyukamu, tingkahmu menggemaskan saat bermain, tapi tidak semua orang mau bermain bersamamu.  Disaat aku kegirangan mendapat polah manjamu di kakiku, ada saja yang lari terbirit-birit, merinding, dan berteriak karena kaudekati. . Memang hidup akan selalu begitu, bukan, Puus? Baik dan buruk, Luka dan bahagia, Semua...selalu berpasang-pasangan. Sebaik apapun, pembenci akan selalu ada, Sebaik apapun, pemberi luka akan selalu ada. . Dan aku suka caramu, Puus! Bila mereka tak suka, kau hanya menutup mata dan pergi tanpa banyak bicara. Bila mereka menyakitimu, kau seakan dididikNya untuk tidak melawan, lagi-lagi kau hanya tutup mata dan pergi tanpa bicara barang sedikit pun. . Kau han...

Wanita Hebat Masa Kini

Banyak wanita wanita hebat di jaman sekarang ini.  Selain dituntut budaya patriarki,  emansipasi yang diperjuangkan wanita seringnya disalahgunakan oleh sebagian laki-laki yg tak tau diri.  Yang kami perjuangkan adalah kesetaraan hak dan kesempatan bersuara dan berkarya, hingga berhasil peroleh karir dan penghasilan yang mumpuni. Kami masih perlukan sosok pelindung harga diri dari sebuah pernikahan yang harmoni. Bukan sebab kami mandiri, laki-laki bisa bersantai ongkang kaki. Sekali lagi, hanya pahala dan Tuhanlah penghibur hati kami.

DIMADU

Image
Haruskah terluka? sedang mendua, tiga, empat, bukanlah kesalahan. Kami tak akan pernah temukan lelaki semulia kekasihNya. Pun kami tak sesholehah istri-istri kekasihNya. Mereka ingin menjadi bidadarinya di surgaNya.. Sedang sampai saat ini kami tak mengerti, alasan sebagian kami bertahan pada hati yang terbagi. Masih adakah lelaki semulia kekasihNya? Tak akan pernah ada. Masih adakah wanita semulia istri-istrinya? Kurasa tidak. Namun mampukah dia yang tak semulia kekasihNya membawa dua, tiga, empat dari kami yang tidak sesholehah istri-istri kekasihNya menuju surgaNya? Kami tak mengerti alasan sebagian kami bertahan pada hati yang terbagi. Benarkah iman yang menjadi magnetnya? Ataukah alasan dunia yang membutakannya? Atau bahkan sekadar alasan cinta pada makhlukNya? Kami tak sesholehah istri-istri kekasihNya Sampai kapanpun, kami tak pernah mampu membagi, bila sungguh perihal hati yang kau pertanyakan. Namun kami akan sangat mampu membagi, bila sunggu...