Jakarta dan Kamu
Ada yang selalu menggelitik benakku, ada yang selalu menarik pikiranku, Jakarta dan kamu. Sesekali kuhirup dalam-dalam udara malam ini, menyadari raga ini kembali berada di kotaku setelah beberapa bulan lalu aku sempat merasakan udara di kotamu. Entah magis apa yang berhasil membuat hati dan ragaku nyaman berada disana, betah? Mungkinkah aku hanya tergoda gemerlap yang menggiurkan disana? Atau mungkin karena ada kamu. Kotaku sudah cukup ramai dengan deru mesin kendaraan berlalu lalang di sepanjang jalan, kilau lampu malam yang tidak begitu terang dan lampu mini market ikut pula menerangi sebagian jalan dilengkapi teriakan tukang parkir dengan peluitnya. Jauh berbeda dengan kotamu yang sangat terang benderang oleh sinar lampu gedung pencakar langit, ribuan kendaraan yang tiada henti mengisi puluhan kilometer sepanjang kota dan meriahnya lampu-lampu jalanan mengalahkan terang sinar bulan pemberian Tuhan. Aku masih asik bercumbu dengan pikiran, perasaan dan imajiku. Aku ...