Candu
Candu Napasnya memburu ketika wangi yang menguar dari tubuhku memenuhi indra penciumannya. Sementara aku? Aku hanya bisa diam dan pasrah dengan a pa saja yang ingin dia lakukan padaku malam itu. Dia mengaku mencintaiku. Salahkah? Bahkan saat dia berkata. "Aku mencanduimu!" seketika membuatku terbang ke awang-awang dan seolah ingin berteriak. "Lakukanlah apa saja yang ingin kaulakukan dengan tubuhku." Nafsu? Persetan dengan yang namanya nafsu! Candu itu mungkin lebih mulia dari nafsu. Hey, ini memang tentang candu bukan nafsu. Tentang seorang pecinta yang mengaku mencanduiku. Apa aku harus dengan bodohnya menolaknya untuk menikmati tubuhku? Tatapannya saat itu hanya terfokus ke arahku. Napasnya semakin sengau dan suaranya berubah jadi parau. Dia mulai memegang tanganku, membelai tubuhku seluruhnya sambil berbisik, " You're mine now, Hunny! " Beberapa ciuman ganas mendarat di bibirku. Tak berhenti dia menghisap dan menikmati setiap ...