Sembilan Bulan
Selamat malam, kamu. Aku selalu menulis tentang kamu malam hari, karena malamlah waktu yang tepat untuk melepaskan kelelahan setelah seharian penuh pikiran dan raga bekerja untuk kebutuhan realistis, saat yang tepat untuk aku bisa leluasa meninggalkan dunia realistis sejenak dan bercumbu dengan imajinasi dan mimpiku, seperti kamu yang (dulu) selalu mendukung semua mimpiku dan bersahabat dengan milyaran imajinasiku. Malamlah waktu yang menenangkan, seperti kamu (dulu) yang selalu menenangkan aku. Sudah sembilan bulan, tak terasa waktu berlalu begitu lebih cepat dari yang kukawatirkan, kukira satu bulan saja tanpamu akan terasa sangat mencekam, terasa lebih lama, lebih menjemukan, apalagi dua bulan, tiga bulan, empat, lima, enam,.. dan sekarang sudah sembilan bulan. Entah akan sampai berapa lama lagi. Setelah perpisahan kita di terminal Rambutan pada hari senin, tanggal 1 Juli 2013, pukul dua siang. Setelah lambaian tanganku dari Bus Executive warna biru tanda perpisahan padam...