Hitam Manis
A Hopeless Romantic Woman: Sejumput cahaya menyeruak ke dalam kegelapan dan memaksa mataku untuk membuka perlahan. Butuh penyesuaian dengan sinar yang menusuk mataku sepersekian detik, sampai akhirnya pandangan samar-samar di depanku menjadi jelas. “Aku di bawa kemana ini?” tanyaku dalam hati. Sementara tubuhku masih meringkuk di antara botol-botol besar yang ada di ruangan ini. Bau alkohol menyengat dari segala sudut menggelitik hidungku. Aku sudah hafal dengan baik botol berisi alkohol ini, yang biasanya juga ada di gudang rumah Ayah. Aku mencoba untuk membangunkan badan mungilku sendiri, sedikit mengulet dan ah, sakit rasanya seluruh sendi ini. Ini pasti karena semalaman aku harus berbaring tanpa alas. Dengan susah payah aku berdiri sambil mengutuki kebodohan fatal, sampai aku bisa terjebak di sebuah mobil box yang berisi puluhan botol alkohol. Masih jelas kuingat kemarin sore, aku sedang tertegun di depan halaman rumah. Senja, tiupan angin, dan daun yang gugur dari pohon ...