Dekat Tapi Berjarak

"Bicaralah......!!! Aku resah menghadapi diammu! Apa maumu?!"

Baru saja kau bermain bersamaku hari ini, kau berhasil memahat senyum pada bibirku, menciptakan gelembung-gelembung bahagia yang meletup-letup tiada henti.

"Bicaralah.....!!! Hey, lihat aku! Tak sudikah kau?"

Baru saja kudapati ragamu duduk sangat dekat tanpa celah dari ragaku, membuatku menghangat nyaman, menciumi aroma khas tubuhmu yang bebas masuk ke dalam organku, ya, bebas, kemana saja aroma itu berlari kupersilakan.

"Bicaralah.....!!! Aku bukan paranormal yang bisa menebak semua bahasa diammu!"

Baru saja kubisa bersinggungan dengan tatapan matamu, mengenali setiap detail jemarimu. Hanya itu kah yang kauinginkan kemudian selesai?

Kau berhasil! Membuatku merindukanmu, membuat kau kukagumi tanpa cela, membuatku memikirkanmu tanpa jeda.

"Bicaralah...!!! Aku hanya ingin banyak bercerita bersamamu. Kau belum tahu banyak tentangku."

Jangan buatku resah...Kamu, si beruang bulu cokelat tampan, yang baru satu minggu lalu dibawa pulang oleh gadis belia dari toko boneka, Teddy, kudengar gadis itu mengucap namamu. Kau sudah mengenaliku, bukan? Loly, kelinci bulu kuning berhidung pink, yang mulai lancang mencintaimu.

Kumohon, jangan buat kumerasa kita dekat, namun berjarak.

Comments

Popular posts from this blog

Singgah Sebentar, Hadirmu Tak Ribut Tapi Membekas

HADIAH yang membuahkan TRAUMA

Pendidikan Gak Penting?