Singgah Sebentar, Hadirmu Tak Ribut Tapi Membekas


Beberapa orang tidak menetap dalam hidup kita, tapi meninggalkan jejak yang tidak bisa dilupakan begitu saja. seperti aroma hujan yang masih tinggal meski langit telah kembali cerah.

Terima kasih, kamu…

Yang pernah membuatku merasa diperlakukan sehangat itu, tanpa banyak kata. Kamu datang tanpa gemuruh, tanpa janji yang berlebihan, hanya membawa ketulusan dan niat baik dengan sikap yang sederhana, seolah berkata: “Aku tak ingin memaksamu, hanya ingin menjagamu.”


Tapi dalam hidup, tidak semua niat baik menemukan tempat untuk tinggal. Dan aku… bukan tempat untuk rasa itu menetap. Bukan karena kamu tidak layak, tapi karena “rasa” tak bisa dipaksa. Dan akan sangat egois bila aku menerima hanya karena tak enak hati. Maka aku melepaskanmu, dengan cara yang semoga tidak terlalu melukai. Kini, niat baikmu telah menemukan tempat yang tepat. Dan aku percaya, dia adalah perempuan yang hatinya sebaik doamu selama ini.


Terima kasih, lagi, kamu…

Meski aku tak bisa menerima niat baikmu, kamu masih menjadi orang yg bersedia membantuku disaat aku dalam kesulitan. Kamu hadir, bukan sebagai bayangan masa lalu, tapi sebagai manusia yang tak pernah lupa caranya menjadi baik. Kadang aku bertanya dalam hati, "apakah aku layak menerima kebaikan sedalam itu, padahal aku tak pernah memilihmu?"


Hari ini aku menyadari, bahwa hidup kadang membawa kita pada orang-orang yang bukan untuk dimiliki, tapi untuk disyukuri kehadirannya, sebab setiap pertemuan tidak harus berakhir dengan “selalu bersama”, tapi setiap orang baik pantas dikenang dan didoakan.


Meski kamu tidak tinggal di hatiku, tapi kamu ada dalam doaku.

Semoga Allah limpahkan keberkahan untukmu dan keluarga kecilmu kini.

Comments

Popular posts from this blog

HADIAH yang membuahkan TRAUMA

Pendidikan Gak Penting?