Find Me in the Palace
![]() |
Kupikir kau bagai ksatria yang kan menjemputku dari perlindungan kokoh istana ini.
Kupikir kau bagai pangeran tangguh yang kan membawaku dengan gagah berani menuju singgasanamu.
Kupikir kau bagai pangeran tangguh yang kan membawaku dengan gagah berani menuju singgasanamu.
Aku salah menilaimu.
Aku salah memperlakukan kita.
Aku salah memperlakukan kita.
Ternyata kau bagai putra pemalu yang harus didatangi di istanamu.
Ternyata kau bagai pangeran lugu yang harus dengan lembut dibujuk berbaju gagah dibekali pedang
untuk menyadarkanmu ada permaisuri yang harus kauperjuangkan di luar sana.
Ternyata kau bagai pangeran lugu yang harus dengan lembut dibujuk berbaju gagah dibekali pedang
untuk menyadarkanmu ada permaisuri yang harus kauperjuangkan di luar sana.
Niatmu sama kokohnya denganku.
Tujuanmu sama dengan tujuanku.
Maksudmu sama dengan inginku.
Namun cara yang kupikirkan tak sama dengan caramu.
Tujuanmu sama dengan tujuanku.
Maksudmu sama dengan inginku.
Namun cara yang kupikirkan tak sama dengan caramu.
Hingga putri di seberang sana bagai memotong impianku dengan ribuan sembilu.
Dia yang mengetuk istanamu terlebih dulu,
tak pernah kupikirkan aku harus lakukan itu.
Dia yang mengajakmu terlebih dulu,
tak pernah kubayangkan aku harus lakukan itu.
Dia yang mengetuk istanamu terlebih dulu,
tak pernah kupikirkan aku harus lakukan itu.
Dia yang mengajakmu terlebih dulu,
tak pernah kubayangkan aku harus lakukan itu.
Aku pun payah!
Bagai putri yang hanya menanti ksatria datang menjemputku.
Bagai putri yang hanya menunggu pangeran datang membawaku.
Bagai putri yang hanya menanti ksatria datang menjemputku.
Bagai putri yang hanya menunggu pangeran datang membawaku.
Hanya terpikir akan datang pangeran dengan gagah berani melewati pintu istanaku, mengejutkanku, dan memberiku bahagia yang tak pernah kusangka.
Apakah terlalu jauh istanaku ini berada?
Apakah terlalu penuh aral nan terjal jalan menuju kemari?
Apakah terlalu penuh aral nan terjal jalan menuju kemari?
Tanganku masih menengadah berdoa, masih menanti.
Entah, aku lebih menyukai dia yang kan datang penuh basah karena peluhnya dan tersenyum padaku saat sampai.
Entah, aku lebih menyukai dia yang kan datang setelah perjalanan penuh liku menujuku berhasil ia lalui.
Entah, aku lebih menyukai dia yang kan datang penuh basah karena peluhnya dan tersenyum padaku saat sampai.
Entah, aku lebih menyukai dia yang kan datang setelah perjalanan penuh liku menujuku berhasil ia lalui.
Sebab telah ada yang memberiku mimpi namun tak berani menjadikannya nyata.
Sebab telah ada yang memberiku senyum namun berujung tangis.
Lukaku sembuh bukan berarti akan terlupa.
Akan terlupakan saat perjuangan dan peluh seseorang kulihat nyata
dan membuatku percaya bahwa
cinta sejati itu memang ada... :')
Sebab telah ada yang memberiku senyum namun berujung tangis.
Lukaku sembuh bukan berarti akan terlupa.
Akan terlupakan saat perjuangan dan peluh seseorang kulihat nyata
dan membuatku percaya bahwa
cinta sejati itu memang ada... :')

Comments
Post a Comment