Pemilik Rumah Berpintu (yang Awalnya) Terbuka

Roema Matari..: Pemilik Rumah Berpintu (yang Awalnya) Terbuka:

     Seseorang melintas di sebuah rumah berpintu terbuka. Ia masuk begitu saja lalu kembali dengan membawa surat rumah. Pemilik rumah mulanya tidak menyadari. Ia lantas histeris saat mengetahui inti dari rumah sudah dibawa lari. Ia histeris. Ia histeris
     Berikutnya ia memagari rumahnya. Pintunya ia buka separuh. Seseorang datang, berdiri di depan gerbang. Si pemilik mengira orang itu adalah yang mestinya datang. Ia bukakan pagar, ia persilakan masuk ke dalam rumah. Pemilik rumah juga menyuguhkan minuman. Kala ia menyiapkan minum itu, oknum tamu beraksi. Ia pun pencuri, ternyata. Perhiasannya hilang, kendaraannya lenyap. Kembali pemilik rumah histeris. Histeris. 
     Rumahnya berpagar. Kini ia pula tutup pintu dan mengunci rapat-rapat. Namun, yang kita tahu inti rumahnya hilang.


Ia masih menanti tamu yang seharusnya sambil menekan perih di dadanya.

Comments

Popular posts from this blog

Singgah Sebentar, Hadirmu Tak Ribut Tapi Membekas

HADIAH yang membuahkan TRAUMA

Pendidikan Gak Penting?