Back To YOU


“Aku takut mati.” Suaraku bergetar, pucat.
Dalam benakku, salah satu organ kita terluka saja terasa sakit, apalagi sakitnya badan kita saat nyawa dikelupas dari tubuh? Duhai…aku selalu pucat dan gemetar bila mendengar kabar kematian. Dadaku panas dan sesak, nafasku berat bila menghadiri upacara pemakaman orang. Rasanya ingin selalu lari dan menghindar. Namun aku sangat sadar, bila kematian telah sampai pada giliranku, aku tak mungkin lolos dalam pelarian.
.
“Nduk…Kita hidup bukan belajar hidup, bukan belajar bagaimana hidup dengan baik.
Melainkan kita hidup untuk belajar mati, belajar bagaimana mati dengan baik.
Belajar cerdas ingat kematian.
Belajar dengan baik mempersiapkan kematian.
Bila "baik” dalam belajar mati, maka “baik"nya hidup akan mengikuti.
Keduanya akan menjadi "baik” dihadapanNya.
Insha Allah.“ Kata-kata itu akan terdengar indah menurut orang yang pikirannya sedang waras. Tidak sedang dalam keadaan takut dan paranoid sepertiku. Tapi, sungguh, kalimat itu selalu kuingat dan kuhafal jelas setiap jeda dan intonasinya sebagai obat sadar dari ke-tidak-warasanku memikirkan hidup.


____
Betapa begitu takut...namun rindu padaMu
Betapa begitu sakit...namun Kau adalah sebaik-baik tempat kembali.

Betapa begitu terbuai dengan nikmat dunia,
Namun nikmat surgaMu kudamba selalu
Betapa begitu cemas meninggalkan hidup
Namun mati adalah gerbang perjumpaan denganMu

Akankah akhir kami baik?
Akankah rindu padaMu terobati?
Akankah tempat yang baik di sisiMu menjadi tempat kami?
Akankah surga menjadi rumah kami?
Akankah cintaMu, bukan murkaMu yang kudapati saat pertemuan denganMu?

Ya Allah biha...Ya Allah bihusnilkhotimah...

***

Kita sering kelelahan berusaha setia kepada makhlukNya namun tidak jarang dikecewakan.
Kita sering kelelahan berusaha menjadi yang terbaik untuk makhlukNya namun tidak jarang berujung luka.

Temukan Dia di hatimu
Pada akhirnya kita tahu kesetiaan yang sebenar hanya untukNya
Pada akhirnya kita menyadari tujuan hati yang sebenar hanya kepadaNya

Kemana tujuan kita kalau bukan padaNya?
Pada akhirnya kita menyadari hidup adalah hanya untukNya...

Comments

Popular posts from this blog

Singgah Sebentar, Hadirmu Tak Ribut Tapi Membekas

HADIAH yang membuahkan TRAUMA

Pendidikan Gak Penting?