I'm Phantom-Hugging My Daddy

Aku mengenal sosok penyayang, romantis, perhatian, penuh cinta, wibawa, bertanggung jawab, tegar, pemimpi besar, memiliki visi besar, pekerja keras.

Aku mengenal sosok yang selalu memberikan rasa persahabatan dalam ikatan cinta, pencemburu, melindungi, membimbing, tak lelah menemani.

Aku mengenal sosok rendah hati, berbudi luhur, baik hati dan senang berbagi.

Aku cukup sangat mengenalmu dari rangkaian cerita dan kumpulan gambar bisu. Sesederhana itu, aku langsung menobatkan dirimu menjadi cinta pertama dan terakhirku.

Saat itu aku masih nyaman berada dalam kantong ajaib, rahim Mama, yang sangat nyaman kuhinggapi dalam masa pertumbuhanku disana.

Ada? Cinta yang tumbuh tanpa pertemuan nyata? Ada!
Saat Tuhan tidak mengijinkanku untuk menyaksikan kepergianmu dari dunia yang baru saja akan kutempati.
Saat Tuhan hanya mengijinkanku untuk memelukmu sebatas berpantomim.

Meskipun mata kita tak pernah menatap saling bersinggungan menerjemahkan cinta sejati, tapi cintaku tak pernah padam untukmu. Meski jemariku tak pernah merasakan hangatnya genggamanmu, tapi doaku selalu hadir untuk menghangatkanmu. Meski tubuh ini haus akan pelukan dari kasih sucimu, sayangku akan selamanya untukmu,

Mama bilang, Papa sangat ingin memiliki anak perempuan. Ini Pa, keinginan Papa terkabul. Tuhan memang Maha Baik, ya, Pa? Aku janji akan menjadi anak perempuan yang Papa inginkan.

Sampai ketemu di sana, Pa. Papa baik-baik, ya, di sana bersama Tuhan kita yang begitu mencintai kita.

Selamanya, Pa, I Love You...

Comments

Popular posts from this blog

Singgah Sebentar, Hadirmu Tak Ribut Tapi Membekas

HADIAH yang membuahkan TRAUMA

Pendidikan Gak Penting?